Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya membahas persoalan sampah secara umum. Mereka mendapatkan materi mengenai peran Pokdarling, penguatan organisasi, penyusunan rencana aksi, serta standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Peserta kemudian mengikuti sesi brainstorming untuk memetakan persoalan dan potensi yang terdapat di lingkungan mereka. Dari proses tersebut, masyarakat turut membahas sejumlah alternatif pengelolaan sampah organik dan anorganik yang dinilai realistis untuk diterapkan.
Untuk menjaga agar program tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai, Tim Pengabdi UNP menyerahkan dua bundel “Pedoman Operating Manual Pokdarling Tanah Pak Lambik” kepada pihak kelurahan.
Pedoman tersebut menjadi panduan dalam menjalankan kelembagaan dan program pengelolaan sampah. Isinya mencakup struktur organisasi, mekanisme kerja, pengelolaan persampahan, administrasi dan keuangan, kemitraan, serta monitoring dan evaluasi.
Dengan pemetaan program tersebut, Kelurahan Tanah Pak Lambik mulai memiliki gambaran tahapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program yang mudah dilakukan ditempatkan sebagai langkah awal, sementara bank sampah dan mesin pres disiapkan sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang. (*)