Hutama Karya Bantah Kecelakaan Dipicu Karhutla
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pihaknya perlu memberikan penjelasan terkait informasi yang berkembang setelah video kecelakaan beredar luas di media sosial.
Klarifikasi terutama diberikan karena muncul dugaan kecelakaan terjadi akibat asap atau kabut karhutla yang mengganggu jarak pandang pengendara.
Hamdani menegaskan, kondisi yang ditemukan petugas di lapangan tidak menunjukkan adanya kejadian karhutla ketika kecelakaan berlangsung. Hal tersebut berlaku baik untuk area di sekitar jalan tol maupun lokasi kecelakaan.
"Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang menyusul beredarnya video kejadian tersebut. Berdasarkan kondisi dan pemantauan petugas di lapangan pada saat kecelakaan berlangsung, tidak terdapat karhutla, baik di sekitar jalan tol maupun di lokasi kejadian. Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh asap atau kabut karhutla," ujar Hamdani, dikutip Rabu (9/9/2026).
Dengan kondisi tersebut, dugaan bahwa kecelakaan beruntun di KM 9+700 Jalur A Tol Palindra terjadi karena asap karhutla tidak sesuai dengan hasil pemantauan di lokasi saat kejadian.
Meski demikian, Hutama Karya memastikan persoalan karhutla tetap menjadi salah satu hal yang diantisipasi dalam pengelolaan jalan tol, terutama karena keberadaan asap atau kabut berpotensi memengaruhi jarak pandang dan keselamatan pengguna jalan.
Hutama Karya Siapkan Antisipasi Karhutla
Hamdani menjelaskan, terlepas dari kecelakaan yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut, Hutama Karya secara rutin melakukan pemantauan terhadap potensi karhutla di seluruh ruas tol yang dikelolanya.
Sejumlah langkah preventif juga telah disiapkan perusahaan untuk mengantisipasi apabila terjadi karhutla, termasuk di sekitar Tol Palembang-Indralaya.