Keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, organisasi sosial, dunia usaha, media, dan relawan disebut memiliki peran dalam membangun kesadaran serta mencegah munculnya gangguan keamanan.
“Penguatan Harkamtibmas membutuhkan kolaborasi semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha dan media,” ujarnya.
Selain memperkuat keterlibatan berbagai unsur, Zulmaeta meminta komunikasi dan koordinasi antarpihak terus ditingkatkan. Hal itu diperlukan agar ketika terjadi keadaan darurat, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi.
Koordinasi tersebut diharapkan berjalan mulai dari tingkat kota hingga kecamatan dan kelurahan. Dengan pola tersebut, mobilisasi personel maupun peralatan dapat dilakukan sesuai kebutuhan ketika bencana atau kondisi darurat terjadi.
Kesiapan 350 personel gabungan dan berbagai sarana operasional itu diharapkan dapat mempercepat respons Pemko Payakumbuh dalam menghadapi bencana. Pada saat bersamaan, kekuatan yang disiapkan juga diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang aman bagi masyarakat.
“Atas nama Pemko Payakumbuh, saya menyampaikan penghargaan kepada TNI, Polri, ASN, BUMN/BUMD, organisasi masyarakat dan para relawan yang terus bekerja bersama menjaga keselamatan, keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan apel kemudian ditutup dengan pembagian masker gratis kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di sekitar kawasan Balai Kota Payakumbuh. Pembagian masker dilakukan sebagai respons terhadap kualitas udara yang mulai memburuk.