Kelompok tersebut ia ibaratkan sebagai “sekoci-sekoci” atau halaqah. Kelompok-kelompok itu dinilai dapat lahir dari semangat masyarakat untuk menuntut ilmu, membangun kebersamaan, dan mendekatkan diri kepada Allah.
“Secara tidak langsung terbentuk sekoci-sekoci atau halaqah-halaqah. Ini pasti akan memancarkan energi positif,” katanya.
Menurutnya, energi yang muncul dari kegiatan keagamaan tidak hanya dirasakan oleh jemaah yang hadir di Islamic Centre. Pengaruh tersebut juga diharapkan dapat menyebar ke lingkungan tempat para jemaah tinggal.
Gus Nur berharap kegiatan keagamaan di Islamic Centre Padang Panjang dapat terus berkembang. Ia menilai kegiatan semacam itu dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang memiliki kekuatan spiritual dan semakin dekat kepada Allah.
“Ke langit turun lagi ke sini, sehingga di tempat lain ada maksiat, ada bencana, insyaallah di sini dijaga sama Allah,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan Dakwah BKMT se-Sumatera Barat dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan mempunyai peran dalam mendorong kehidupan masyarakat yang religius.
Gus Nur secara khusus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang Panjang, termasuk pembangunan Islamic Centre yang kini digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan umat.