Sumbardaily.com - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan semakin meluas. Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB, sebanyak 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dibatalkan akibat terganggunya operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Jakarta.
Pembatalan tersebut berdampak signifikan terhadap pergerakan penumpang di BIM. Dari prediksi total 5.221 penumpang pada Minggu, sebanyak 2.318 penumpang diprediksi terdampak pembatalan penerbangan.
Data tersebut terdiri atas 970 penumpang kedatangan dan 1.348 penumpang keberangkatan. Sementara secara keseluruhan, prediksi penumpang di BIM pada hari yang sama mencapai 5.221 orang, dengan rincian 2.341 penumpang kedatangan dan 2.880 penumpang keberangkatan.
Informasi tersebut tercantum dalam data prediksi penumpang BIM yang diperbarui pada Minggu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau menyebut pembatalan terjadi sebagai dampak erupsi Anak Gunung Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan.
Kondisi tersebut turut memengaruhi operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta.
Dalam siaran pers PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau Nomor 18/SP/PDG/IX/2026, disebutkan pembatalan dilakukan dengan pertimbangan keselamatan penumpang dan kru pesawat.