Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemerintah juga memandang pembangunan sumber daya manusia, penguatan iman dan takwa generasi penerus sebagai bagian dari pembangunan.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi Qurani. Generasi yang dibentuk tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan dari sisi akademik, tetapi juga karakter yang berlandaskan Al-Quran.
Pelaksanaan wisuda akbar juga tidak hanya diarahkan sebagai bentuk penghargaan bagi para hafidz dan hafidzah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program unggulan pemerintah kabupaten agar dapat terus diperbaiki pada masa mendatang.
Program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz sendiri telah berjalan selama lima tahun terakhir. Dalam periode tersebut, sebanyak 225 rumah tahfidz telah mendapatkan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.
Di luar rumah tahfidz yang dibina pemerintah, masyarakat juga membentuk dan mengelola rumah tahfidz secara mandiri. Saat ini terdapat 198 rumah tahfidz yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
"Karena itu pemerintah kabupaten mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi mendukung program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz ini," imbuh Bupati.
Selain memberikan apresiasi melalui pelaksanaan wisuda, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga memberikan hadiah umrah kepada 11 murid tahfidz terbaik di daerah tersebut.
Sebanyak tiga penerima hadiah umrah merupakan pemenang lomba Cerdas Quran tingkat Kabupaten Solok Selatan. Lomba tersebut digelar saat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia pada bulan lalu.