Di sisi lain, Rektor Unand Efa Yonnedi menunjukkan bahwa perguruan tinggi juga memiliki peran konkret dalam mendukung ketahanan nasional.
Kontribusi tersebut salah satunya dilakukan melalui riset dan inovasi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya lokal Indonesia.
Unand, kata Efa, terus mengembangkan penelitian dan produk yang dapat mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, terutama dalam mendukung ketahanan pangan.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Unand adalah Tinta Merah Putih. Selain itu, kampus juga mengembangkan potensi gambir yang dinilai mempunyai banyak peluang pemanfaatan dan dapat menghasilkan berbagai produk turunan.
“Gambir memiliki banyak produk turunan yang masih bisa dikembangkan, baik untuk obat-obatan maupun makanan. Ini terus kita teliti, sehingga ke depan diharapkan akan semakin banyak produk yang dapat dihasilkan dari gambir,” kata Rektor.
Kontribusi Unand tidak berhenti pada sektor pangan. Perguruan tinggi tersebut juga mengembangkan berbagai hasil riset untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional.
Saat ini, sekitar 30 produk riset Unand telah tersedia dalam e-Katalog. Produk tersebut antara lain mencakup reagent test untuk Tuberkulosis (TBC) dan reagent test Human Papillomavirus (HPV).