Neuroparenting Ubah Peran Ganda Perempuan Jadi Kekuatan Ekonomi Bangsa

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 2 September 2026 | 20:10 WIB
Dosen FEB Unand Delfia Tanjung Sari, Ph.D (Foto: Unand)
Dosen FEB Unand Delfia Tanjung Sari, Ph.D (Foto: Unand)




Pemahaman mengenai perbedaan cara kerja otak laki-laki dan perempuan dapat membantu pasangan memahami respons masing-masing. Suami yang cenderung fokus pada solusi analitis dapat dianggap dingin oleh istri. Sebaliknya, kebutuhan istri terhadap koneksi emosional dapat dinilai terlalu emosional oleh suami.





Padahal, perbedaan tersebut tidak harus dilihat sebagai kekurangan. Ketika pasangan memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari desain, konflik dapat diredam.





Energi yang sebelumnya terkuras untuk pertengkaran dapat dialihkan untuk pengasuhan anak maupun pengembangan karier. Dalam perspektif tersebut, pemahaman di dalam keluarga turut menjadi bagian dari peningkatan modal manusia atau human capital dalam skala rumah tangga.





Pilar kedua adalah membaca kepribadian untuk membangun sinergi.





Dalam teori ekonomi gender, ketimpangan dapat muncul akibat asimetri dalam alokasi waktu yang tidak adil. Namun, keadilan dalam rumah tangga tidak selalu berarti membagi seluruh pekerjaan secara sama rata 50:50.





Pembagian yang adil dapat dilakukan berdasarkan kekuatan masing-masing anggota keluarga.





Pemahaman terhadap kepribadian memungkinkan pasangan menyusun pembagian kerja domestik secara lebih cerdas. Suami yang memiliki kepribadian analitis dan tegas, misalnya, dapat berperan dalam perencanaan keuangan. Sementara istri yang intuitif dan komunikatif dapat mengambil peran dalam hubungan sosial dan pendidikan anak.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X