Melalui program tersebut, UNP mendorong proses penataan Tabiang Barasok dengan melibatkan masyarakat setempat. Kolaborasi antara mahasiswa, Pokdarwis, dan warga diarahkan untuk membangun kembali pengelolaan kawasan sehingga potensi wisata yang ada dapat dikembangkan.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, turut memberikan apresiasi terhadap langkah UNP melalui PPK Ormawa UPKK UNP. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk mengembangkan potensi pariwisata di Kota Bukittinggi.
"Atas nama Pemko Bukittinggi, kami menyampaikan apresiasi atas upaya bersama dalam reaktivasi objek wisata Tapian Tabiang Barasok, khususnya kepada UNP beserta jajaran dan mahasiswa PPK Ormawa yang telah bekerja keras membersamai Pokdarwis Tabiang Barasok untuk berbenah," ungkapnya.
Reaktivasi Tabiang Barasok sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali kawasan wisata yang sebelumnya belum berkembang secara optimal. Keterlibatan masyarakat dan Pokdarwis menjadi bagian dari proses tersebut, mulai dari penataan kawasan hingga peningkatan kemampuan dalam melayani wisatawan.
Dengan berbagai kegiatan yang telah dijalankan selama kurang lebih dua bulan, program PPK Ormawa UPKK UNP diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengelolaan Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok secara berkelanjutan.
Keberlanjutan tersebut menjadi penting agar hasil revitalisasi, penguatan kelembagaan, pelatihan kebencanaan, pelayanan wisatawan, pengelolaan arus kas, serta pengembangan website dan konten kreatif dapat terus dimanfaatkan. Dengan begitu, Tabiang Barasok dapat terus dirawat, berkembang, dan semakin banyak dikunjungi wisatawan. (*)