Setelah koordinasi dilakukan, Tim SAR gabungan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju titik penemuan mayat. Perjalanan tersebut dilakukan untuk mencapai lokasi yang menjadi titik ditemukannya korban.
"Sekitar pukul 16.20 WIB, tim akhirnya sampai di lokasi penemuan. Sesampainya di titik tersebut, petugas langsung melakukan proses evakuasi terhadap mayat untuk dibawa menuju posko," katanya.
Proses evakuasi kemudian berlanjut hingga petugas dan korban tiba di posko pada pukul 18.00 WIB. Setelah sampai di posko, mayat dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans.
Hingga proses evakuasi dilakukan, identitas korban masih belum diketahui. Data korban dalam laporan Kantor SAR Padang tercatat belum teridentifikasi.
Penanganan penemuan mayat tersebut melibatkan sejumlah unsur. Selain enam personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, terdapat satu personel TNI, 20 personel Polri, delapan personel BPBD Kota Padang, lima personel PMI, serta satu personel Ambulance Rumah Zakat.
Masyarakat juga turut terlibat dalam proses penanganan dengan jumlah sekitar 40 orang. Dengan demikian, proses evakuasi di lokasi melibatkan unsur petugas dan masyarakat dalam jumlah cukup besar.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Peralatan tersebut terdiri atas rescue car, peralatan mountenering, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta peralatan SAR lainnya.
Setelah mayat berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara, pada pukul 18.10 WIB dilakukan debriefing untuk mengakhiri operasi pencarian. (*)