Dari Pakaian Adat hingga Sedekah, Cerita di Balik Pawai Alegoris ke-5 Kota Solok

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:01 WIB
Pawai Alegoris ke-5 di Kota Solok tidak hanya menghadirkan kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di SDN 06 Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Pemko Solok)
Pawai Alegoris ke-5 di Kota Solok tidak hanya menghadirkan kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di SDN 06 Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Pemko Solok)


Sumbardaily.com - Pawai Alegoris ke-5 di Kota Solok tidak hanya menghadirkan kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di SDN 06 Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (29/8/2026), juga menjadi ruang untuk memperlihatkan kolaborasi sekolah dengan masyarakat melalui sejumlah program pendidikan dan sosial.





Wali Kota Solok menghadiri sekaligus membuka Pawai Alegoris ke-5 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut. Kegiatan berlangsung meriah dengan peserta yang membawa beragam kreativitas dan menampilkan semangat kemerdekaan.





Dalam pawai tersebut, peserta mengenakan berbagai jenis pakaian, mulai dari pakaian adat hingga pakaian perjuangan. Mereka juga menampilkan sejumlah karya dan kreasi yang menggambarkan nasionalisme serta kecintaan terhadap budaya Indonesia.





Di tengah kemeriahan kegiatan, perhatian Wali Kota Solok juga tertuju pada program yang dijalankan SDN 06 Tanah Garam. Salah satunya adalah SONATA 06 atau SDN 06 Berkarya Tanah Garam.





Program tersebut dinilai menunjukkan adanya kerja sama antara berbagai unsur di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kolaborasi itu melibatkan tokoh masyarakat, pihak sekolah, komite, RW, RT, serta seluruh perangkat kelurahan.





“Program SONATA 06 ini menunjukkan kolaborasi dan sinergi yang luar biasa antara tokoh masyarakat, pihak sekolah, komite, RW, RT, serta seluruh perangkat kelurahan,” ujar Wali Kota Solok.





Menurut Wali Kota, kolaborasi yang terbangun melalui program tersebut memperlihatkan bahwa proses pendidikan tidak hanya menjadi tugas sekolah. Dukungan dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan juga dibutuhkan agar pendidikan dapat berjalan secara lebih luas.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X