Reza menambahkan, tugas security tidak berhenti pada upaya menjaga keamanan. Personel juga menjadi salah satu pihak yang berhadapan langsung dengan pelanggan dan masyarakat di lingkungan kerja KAI.
Karena itu, sikap yang ditampilkan personel saat menjalankan tugas turut menentukan pengalaman masyarakat ketika menggunakan layanan kereta api. Interaksi yang baik dinilai dapat memberikan kesan positif sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap layanan KAI.
“Setiap interaksi personel dengan pelanggan merupakan bagian dari pengalaman mereka menggunakan layanan KAI. Sikap yang ramah, responsif, disiplin, dan profesional akan memberikan kesan positif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap KAI. Oleh karena itu, kami terus mendorong agar standar keamanan berjalan beriringan dengan standar pelayanan,” katanya.
Pembinaan Security Tahun 2026 tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi situasi di lapangan. Unsur pembinaan tidak hanya diarahkan pada kekuatan fisik, tetapi juga mencakup koordinasi, kepemimpinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab.
Dengan pola pembinaan tersebut, KAI Divre II Sumbar berupaya memastikan personel pengamanan memiliki kesiapan yang lebih menyeluruh. Mereka dituntut mampu menjalankan fungsi keamanan sekaligus tetap mengedepankan pendekatan pelayanan ketika berinteraksi dengan pelanggan.
Reza berharap kegiatan pembinaan dapat membentuk personel security yang semakin disiplin, sigap, tangguh, profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Kami berharap seluruh personel security dapat semakin disiplin, sigap, tangguh, profesional dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Dengan personel pengamanan yang memiliki kompetensi dan kesiapan yang baik, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, tertib, nyaman, dan berorientasi pada pelayanan pelanggan” tutur Reza. (*)