Setelah kesepakatan dibuat, kedua bupati meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di masing-masing kabupaten segera menindaklanjuti hasil pembahasan. Dengan demikian, kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi dapat dilanjutkan melalui perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Kerja Sama Dekranasda
Pada kesempatan yang sama, kerja sama juga dibangun oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tanah Datar dan Dekranasda Padang Pariaman. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Ketua Dekranasda Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra bersama Ny. Nita Jhon Kenedy Aziz.
Kerja sama Dekranasda diarahkan pada pemberdayaan pengrajin kriya. Program tersebut mencakup peningkatan kompetensi, inovasi desain, serta perluasan akses pasar bersama.
Ny. Vita mengatakan potensi kerajinan di Tanah Datar menjadi salah satu hal yang ingin dikembangkan melalui kerja sama tersebut. Tanah Datar selama ini dikenal dengan produk tenun dan songket dari sejumlah wilayah, termasuk Pandai Sikek dan Lintau.
"Tanah Datar sudah terkenal akan hasil tenun dan songketnya, seperti Pandai Sikek dan Lintau, kami di Padang Pariaman juga ingin melaksanakan hal yang sama, tentu hal ini bisa kita kerjasamakan, seperti memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat kami," ujar Ny. Vita.
Keinginan tersebut disambut Ny. Lise Eka Putra. Ketua Dekranasda Tanah Datar itu menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan instansi terkait dalam memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat Padang Pariaman.
Menurutnya, proses pembinaan pengrajin tidak cukup hanya melalui pelatihan. Peserta juga perlu memiliki kemauan belajar dan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan hingga menguasai keterampilan yang diberikan.
"Kami siap bekerjasama, dan memberikan pelatihan. Namun yang menjadi perhatian utama bagi peserta nantinya adalah kemauan untuk belajar dan harus terus dibimbing secara bertahap dan bertingkat sampai mereka mahir, sehingga nantinya bisa berdikari dan buka usaha sendiri," tukasnya.