Yulianto mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan tahapan Pilwana dan memberikan dukungan kepada wali nagari yang nantinya terpilih. Dukungan masyarakat dinilai diperlukan agar pemerintahan nagari dapat menjalankan pelayanan publik secara lebih kuat serta mendorong percepatan pembangunan di tingkat nagari.
Dalam kesempatan yang sama, Pj Wali Nagari Lingkuang Aua Baru Adlis Muchtiar menjelaskan berbagai administrasi yang berkaitan dengan pembangunan dan pemakaian gedung telah diselesaikan.
Administrasi tersebut mencakup hibah tanah yang menjadi lokasi pembangunan, sertifikat, musyawarah nagari (Musna) mengenai pemakaian gedung, hingga penetapan nama gedung.
Adlis menyebut pembangunan Kantor Nagari Lingkuang Aua Baru menghabiskan anggaran Rp264 juta. Setelah seluruh proses pembangunan dan administrasi diselesaikan, gedung tersebut kini dapat ditempati untuk menjalankan aktivitas pemerintahan nagari.
"Alhamdulillah, kantor ini sudah bisa kita tempati. Mewakili masyarakat, kami juga bangga di tengah kesibukan beliau, Bapak Bupati dan Bapak Sekda berkenan hadir untuk meresmikan gedung ini," ungkap Adlis.
Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pasbar Zulfi Agus, Kabid IKP Kominfo Yudhinal Reviola, serta sejumlah stakeholder terkait.
Kehadiran para pejabat dan stakeholder tersebut melengkapi rangkaian peresmian fasilitas pemerintahan yang dibangun melalui keterlibatan berbagai unsur di Nagari Lingkuang Aua Baru.
Sementara itu, Ketua Bamus Nagari Lingkuang Aua Baru Basrul Efendi yang mewakili masyarakat berharap pembangunan kantor tersebut tidak berhenti pada pemanfaatan gedung yang sudah tersedia. Ia berharap fasilitas tersebut masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan dan pelayanan masyarakat pada masa mendatang.