Sumbardaily.com - Empat pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan diamankan warga setelah diduga meminta uang dan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pengelola SPBU 13.275.513 Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar).
Keempat pria tersebut masing-masing berinisial MR, MYH, D dan SR. Mereka ditanglap setelah aktivitas yang dilakukan di sekitar SPBU pada Kamis (27/8/2026) dini hari menimbulkan keresahan masyarakat.
Berdasarkan informasi kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.05 WIB. Keempatnya disebut melakukan peliputan sekaligus merekam aktivitas di kawasan SPBU yang kemudian dikaitkan dengan dugaan praktik pengisian BBM bersubsidi secara berulang atau pelangsiran.
Dalam aktivitas tersebut, mereka diduga meminta sejumlah uang dan BBM kepada pihak SPBU. Mereka juga disebut mengancam akan menyebarkan informasi melalui media sosial mengenai dugaan pelangsiran biosolar apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Namun, dari pemeriksaan awal di lokasi, pihak SPBU membantah adanya praktik pengisian BBM bersubsidi secara berulang. Antrean kendaraan yang terjadi disebut lebih disebabkan tingginya kebutuhan konsumen.
Pihak SPBU menjelaskan, sejumlah kendaraan pengangkut hasil sawit memang melakukan pengisian BBM dengan menggunakan barcode sesuai ketentuan. Kondisi tersebut menyebabkan antrean terlihat cukup panjang.
Selain tingginya permintaan, keterlambatan distribusi BBM dari mobil tangki Pertamina juga disebut turut memengaruhi kondisi antrean. Distribusi disebut mengalami hambatan akibat pekerjaan perbaikan jalan di kawasan Sitinjau Lauik dan wilayah Kabupaten Solok.