Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan daerah yang dipimpinnya memiliki beragam produk yang menjadi keunggulan masyarakat. Produk tersebut antara lain bordir, songket, kerajinan tangan, hingga berbagai usaha di bidang kuliner.
Ramlan berharap potensi tersebut terus dikembangkan oleh anak-anak muda dan masyarakat sehingga mampu menghasilkan produk ekonomi kreatif yang dapat menjangkau pasar global.
"Kami melihat ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat menjadi salah satu hal yang penting bagi ekonomi Indonesia. Kita perlu menggali sejarah dan budaya dari apa yang ditekuni. Maka dengan adanya kegiatan workshop ini diharapkan peserta dapat mengikuti dengan serius," ujarnya.
Menurut Ramlan, pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan masyarakat. Sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari produk juga perlu digali dalam proses pengembangannya.
Karena itu, kehadiran workshop desain kemasan diharapkan dapat dimanfaatkan peserta untuk memperkuat produk yang mereka kembangkan. Terlebih, peserta berasal dari tiga subsektor ekonomi kreatif, yakni kuliner, kriya, dan fashion.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut. Materi workshop disusun dalam beberapa rangkaian, mulai dari pemaparan, studi kasus, praktik dan simulasi, hingga pemberian feedback kepada peserta.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif ini sekaligus menjadi bagian dari program Ekraf Peduli. Program tersebut dilaksanakan melalui Direktorat Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif dengan kerja sama Kementerian Perdagangan.
Melalui kegiatan tersebut, para pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi mendapatkan ruang untuk mengembangkan produk melalui pendekatan kreativitas, budaya, dan desain. Penguatan tersebut diharapkan mendukung upaya mendorong ekonomi pascabencana serta membuka peluang produk lokal untuk mencapai pasar global. (*)