Sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Mahyeldi Ansharullah, Muhammad Kholid, Sutan Emir Hidayat, Syafrudin Karimi, Gusfahmi Arifin, Pandji P. Djajanegara, Laila Isrona, Sitti Rizki Mulyani, Belligo Agra, Rahmadini Aulia, dan Ika Sari Wahyuni TD.
Melalui Temilnas, pembahasan mengenai industri halal, transformasi digital, dan ekonomi syariah diarahkan untuk tidak hanya menghasilkan gagasan akademik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan aksi nyata. Penguatan kerja sama lintas sektor dinilai menjadi bagian penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
Unand melalui FEB juga menempatkan generasi muda, penguatan sumber daya manusia, riset, serta pengembangan kelembagaan sebagai bagian dari upaya mendukung ekosistem ekonomi syariah. Dengan pendekatan tersebut, potensi ekonomi syariah Indonesia diharapkan dapat dikembangkan melalui langkah yang lebih konkret dan berkelanjutan. (*)