Sumbardaily.com – Sentra Tenun di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, tidak ingin hanya dikenal sebagai tempat menghasilkan kain tradisional. Sentra tersebut didorong berkembang menjadi ruang tumbuh bagi penenun dan pelaku UMKM sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Datar, Lise Eka Putra, saat mengunjungi Sentra Tenun di Kecamatan Lintau Buo. Dalam kunjungan tersebut, Lise melihat langsung aktivitas produksi sekaligus berdialog dengan para penenun dan pelaku UMKM.
Menurut Lise, keberadaan tenun memiliki potensi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar menghasilkan selembar kain. Di dalamnya terdapat keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi, ketekunan para penenun, identitas budaya, hingga peluang ekonomi yang dapat menopang kehidupan keluarga.
Karena itu, keberadaan Sentra Tenun Lintau Buo dinilai perlu diarahkan agar memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tempat produksi, melainkan mampu menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan, mendorong inovasi, melahirkan usaha baru, sekaligus memperluas kesempatan ekonomi.
“Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar fasilitas tersebut mampu menumbuhkan manusia di dalamnya, menambah keterampilan, membuka peluang usaha, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lise, dikutip Minggu (23/8/2026)
Ia menekankan, keberhasilan sebuah sentra tenun tidak semata-mata dapat diukur dari kondisi bangunan yang representatif atau kelengkapan peralatan produksi. Hal yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat serta peningkatan kapasitas para penenun dan pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
Dengan pendekatan tersebut, Sentra Tenun Lintau diharapkan dapat menjadi rumah tumbuh bagi para penenun dan pelaku UMKM di Tanah Datar. Aktivitas di dalamnya tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mencakup proses belajar, latihan, pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, hingga kemampuan memahami selera pasar.