Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) sekaligus menggelar simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP), Sabtu (22/8/2026). (Foto: Pemkab Agam)
Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) sekaligus menggelar simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP), Sabtu (22/8/2026). (Foto: Pemkab Agam)


Sumbardaily.com - Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) sekaligus menggelar simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP), Sabtu (22/8/2026).





Nagari Bayua menjadi lokasi kegiatan yang diikuti 60 peserta tersebut. Pengukuhan dan simulasi itu melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, hingga Dinas Sosial Kabupaten Agam.





Nagari Bayua melalui kegiatan tersebut mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teknis, tetapi juga mengikuti simulasi untuk menguji penerapan SOP Kampung Siaga Bencana.





Dalam kegiatan itu, Kemensos RI turut menyalurkan bantuan senilai Rp154.772.500. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Kecamatan Tanjung Raya.





Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Agam, Azmar, yang bertindak sebagai panitia, menjelaskan kegiatan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penanggulangan bencana sekaligus memperkuat kesiapan warga menghadapi berbagai potensi bencana.





Menurut Azmar, peningkatan kapasitas masyarakat diperlukan agar upaya menghadapi bencana dapat dilakukan secara lebih terarah. Masyarakat juga diharapkan mampu mengambil langkah pengurangan risiko dengan memanfaatkan berbagai cara yang sesuai dengan kondisi di nagari.





“Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan masyarakat terkait penanggulangan bencana di nagari semakin meningkat, sekaligus mampu mengurangi risiko bencana secara kreatif, inovatif, dan terencana,” ujar Azmar.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X