Selain itu, masyarakat juga dapat menyalurkan bantuan melalui pemindaian barcode QRIS yang tercantum dalam surat edaran.
Fadly kembali menegaskan bahwa partisipasi dalam penggalangan bantuan tersebut sepenuhnya didasarkan pada kerelaan masing-masing pihak. Tidak ada unsur pemaksaan dalam kegiatan tersebut.
“Donasi bersifat sukarela tanpa ada paksaan. Sebelumnya Lembaga Kerapatan Adat dan Alam Minangkabau Sumatera Barat (LKAAM Sumbar) sudah mengirimkan 700 kilogram rendang. Berapapun hasil donasi ini nantinya semoga bisa menambah bantuan yang akan dikirimkan," kata Wali Kota Padang.
Pengiriman 700 kilogram rendang oleh LKAAM menjadi salah satu bentuk bantuan yang telah diberikan untuk mendukung masyarakat terdampak. Donasi yang dihimpun Pemko Padang diharapkan dapat menambah bantuan kemanusiaan tersebut.
Bagi Fadly, gerakan ini tidak hanya berbicara mengenai nominal bantuan. Lebih jauh, penggalangan donasi tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat Padang terhadap sesama yang sedang menghadapi bencana sekaligus wujud nyata dari semangat saling membantu yang pernah dirasakan Kota Padang ketika berada dalam situasi serupa.
Dengan pengalaman kebencanaan yang dimiliki, Pemko Padang berupaya menjadikan solidaritas sebagai kekuatan dalam menghadapi dampak bencana.
Donasi untuk korban gempa NTT pun diarahkan sebagai gerakan kemanusiaan yang lahir dari kesadaran dan kerelaan untuk membantu.