"Karena itu, kemampuan, keterampilan, kekompakan dan kesiapsiagaan menjadi sejumlah aspek yang diperkuat dalam latihan tersebut," katanya.
Dalam pelaksanaannya, personel Dit Samapta Polda Sumbar diarahkan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Sikap profesional dan proporsional juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas agar setiap tindakan yang dilakukan di lapangan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Latihan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Samapta Polda Sumbar, AKBP Andre Anas. Arahan itu menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh personel memiliki kesiapan optimal dalam menghadapi berbagai situasi kamtibmas, terutama ketika berhadapan dengan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat," ujar Efdar.
Latihan Dalmas, katanya, tidak sekadar menjadi agenda peningkatan kemampuan personel. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memastikan kesiapan pasukan ketika harus menghadapi situasi yang membutuhkan koordinasi, kekompakan, serta pengambilan tindakan secara terukur.
Dalam kegiatan itu, Kasi Pasdal, Danki, serta para Danton Dit Samapta Polda Sumbar turut hadir. Mereka bersama-sama memantau sekaligus mendukung jalannya latihan Dalmas gabungan tersebut.
"Setiap bagian dalam struktur pengamanan massa diharapkan memiliki pemahaman dan kesiapan yang selaras ketika nantinya menjalankan tugas di lapangan," katanya.
Kesiapan menghadapi aspirasi masyarakat, kata AKBP Efdar Roza, juga tidak dapat dilepaskan dari aspek keselamatan.