Menurutnya, status spontanitas tidak serta-merta membuat sebuah aktivitas dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan aturan yang berlaku di lingkungan kampus.
Ia menekankan pentingnya aturan yang jelas dalam setiap kegiatan mahasiswa, termasuk saat mahasiswa senior berinteraksi dengan mahasiswa baru. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui manfaat maupun potensi dampak negatif dari kegiatan tersebut.
"Namanya kampus harus ada aturan. Mahasiswa-mahasiswa yang menerima mahasiswa baru ini harus direspons dan dievaluasi. Manfaatnya apa, mudaratnya apa," katanya.
Albert mengatakan perubahan teknologi juga harus menjadi bagian dari pertimbangan kampus dalam menyusun kegiatan pengenalan mahasiswa baru.
Menurutnya, pola yang dahulu dianggap sebagai spontanitas dan masih relevan belum tentu cocok diterapkan dalam situasi saat ini.
"Kalau dulu spontanitas itu dianggap masih relevan. Kemudian dulu teknologi tidak semaju sekarang. Sekarang kemajuan teknologi tidak bisa terbendung," jelasnya.
Pria yang duduk di Komisi III DPRD Sumbar itu meminta pihak kampus memastikan kegiatan mahasiswa memiliki manfaat yang jelas dan tidak justru memunculkan persoalan di tengah masyarakat.