Menurutnya, pembersihan baru akan dilakukan setelah proses penyelidikan selesai. Pemerintah bersama masyarakat nantinya akan turun secara gotong royong untuk membersihkan area terdampak, termasuk mengatasi puing-puing bangunan yang terbakar.
“Setelah proses penyelidikan selesai, kita akan turun bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan puing kebakaran. Untuk pembangunan rumah, insyaallah pemerintah akan membantu prosesnya,” katanya.
Pemerintah Kota Payakumbuh juga memastikan penanganan tidak berhenti pada pemberian bantuan tanggap darurat. Kondisi keluarga korban akan terus dipantau untuk mengetahui kebutuhan mereka selama menjalani masa pemulihan.
“Pemerintah akan terus melihat kebutuhan masyarakat yang terdampak. Kita tentu berharap warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten Administrasi Umum Ifon Satria Chan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kapolsek Kota Payakumbuh, Ketua Baznas Kota Payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan, serta Lurah Padang Tiakar.
Dalam penanganan kebakaran Padang Tiakar, petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama BPBD, PLN, warga, serta pengurus RT dan RW sebelumnya telah bekerja untuk memadamkan api. Upaya tersebut juga dilakukan untuk mencegah kobaran api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Di tengah proses pemulihan, Zulmaeta turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dari rumah dengan memperhatikan kondisi instalasi listrik dan berbagai peralatan yang dapat menjadi sumber api.
Ia meminta warga melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Selain itu, kompor dan peralatan memasak harus dipastikan berada dalam kondisi aman. Warga juga diminta mematikan sumber api dan peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.