Situasi tersebut kemudian memicu operasi SAR untuk mencari keberadaan pria yang tinggal di kawasan Air Dingin itu.
Setelah menerima laporan, Tim Rescue Kantor SAR Padang bergerak menuju lokasi kejadian pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.50 WIB.
Sebanyak enam personel dikerahkan dalam tahap awal operasi pencarian orang hilang tersebut. Tim diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai lokasi kejadian.
Lokasi yang menjadi titik pencarian berada pada perkiraan koordinat 00°48'28.58"S - 100°21'18.70"T. Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, lokasi kejadian berjarak sekitar 3,28 kilometer berdasarkan garis lurus dengan radial 90 derajat ke arah timur.
Dalam operasi tersebut, tim membawa sejumlah peralatan untuk mendukung proses pencarian di kawasan Bukit Cubadak. Peralatan yang disiapkan antara lain Rescue Car, peralatan SAR mountaineering, peralatan medis, peralatan komunikasi, hingga drone thermal.
"Penggunaan berbagai peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam pencarian mengingat korban diduga berada di kawasan perbukitan. Drone thermal juga disiapkan sebagai salah satu perangkat pendukung pencarian di lapangan," katanya.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Padang, tidak terdapat faktor penghambat yang dilaporkan dalam pelaksanaan operasi. Kondisi cuaca di lokasi pada saat laporan diterima tercatat berawan.
Namun, operasi pencarian dilakukan setelah Ifrira tidak diketahui keberadaannya selama beberapa hari. Ia terakhir kali diketahui berada di kawasan Bukit Cubadak pada Rabu sore, ketika warga melihatnya dalam kondisi linglung.