Sejumlah akun besar lainnya juga turut membagikan ulang penampilan papermob UNP, di antaranya akun Instagram JawaPos, Muslimvox.id, vocazine, jktlogy, pst0re, serta sejumlah akun lainnya.
Pesan yang ditampilkan dalam papermob diawali dengan pengenalan identitas budaya Minangkabau. Visual rumah gadang digunakan untuk menggambarkan budaya dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pesan tersebut kemudian dilanjutkan dengan silek Minangkabau. Seni bela diri tradisional itu ditampilkan sebagai representasi keberanian, kedisiplinan, pengendalian diri, sekaligus sikap menghormati sesama.
Nilai karakter mahasiswa juga disampaikan melalui filosofi masyarakat Minangkabau dalam formasi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” atau ABS-SBK. Formasi tersebut menggambarkan keterkaitan antara adat dan nilai keagamaan yang menjadi bagian dari identitas serta pedoman kehidupan masyarakat Minangkabau.
Pesan ABS-SBK kemudian dikaitkan dengan pembentukan karakter mahasiswa UNP. Dalam papermob tersebut, mahasiswa menyampaikan sikap “menolak LGBT”, “Anti-Narkoba”, dan “Stop Seks Bebas”.
Pesan itu diarahkan pada ajakan kepada mahasiswa baru untuk menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta menyiapkan masa depan dengan karakter dan integritas.
Rangkaian visual berikutnya menampilkan identitas Universitas Negeri Padang dan Harimau Sumatra. Harimau Sumatra digunakan sebagai simbol keberanian, ketangguhan, jiwa kepemimpinan, serta semangat pantang menyerah.
Pesan tersebut menggambarkan mahasiswa UNP bukan hanya sebagai insan pembelajar yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga sebagai generasi yang diharapkan mampu menghasilkan penelitian, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.