Rangkaian Seleksi Sejak Akhir Juli
Proses seleksi calon Komandan Upacara HUT Kemerdekaan RI ini tidak berlangsung singkat. Reza telah menjalani rangkaian pengujian sejak 27 Juli 2026.
Tahapan yang dilalui meliputi pemeriksaan administrasi, tes kesehatan dan postur tubuh, penilaian aspek psikologi, hingga pemantapan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang menjadi kunci utama kelancaran jalannya upacara kenegaraan.
Bagi Reza, momen berdiri di halaman Istana Negara bukanlah pengalaman pertama. Pada 2011 silam, ia pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Dankibarkibraka).
Kendati begitu, ia mengakui bahwa tanggung jawab sebagai Komandan Upacara HUT Kemerdekaan RI kali ini jauh lebih besar dan menuntut kesiapan yang lebih matang, mengingat posisi tersebut akan memimpin langsung jalannya upacara di hadapan Presiden RI beserta seluruh tamu kenegaraan.
Doa Orang Tua Jadi Kekuatan Utama
Di tengah tekanan dan tanggung jawab besar tersebut, Reza mengaku bahwa restu dan doa dari kedua orang tuanya menjadi sumber kekuatan utamanya dalam menjalani seluruh proses seleksi.
"Saya pamit dan minta restu orang tua sebelum berangkat. Bagi saya, doa orang tua adalah senjata utama. Mohon doanya, ini amanah besar dan saya berkomitmen memberikan yang terbaik," ungkap Reza.
Apabila akhirnya terpilih sebagai Komandan Upacara Utama, Reza akan mengemban tugas memimpin langsung jalannya upacara detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, di hadapan Presiden RI dan seluruh tamu negara yang hadir di Istana Negara, Jakarta. (*)