Sumbardaily.com - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang masih menyisakan pekerjaan besar menjelang penghujung 2026. Hingga tanggal 12 Agustus 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi Rp569,58 miliar atau 55,60 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,024 triliun.
Artinya, Pemerintah Kota (Pemko) Padang masih harus mengejar sekitar Rp454,83 miliar agar target PAD dalam APBD 2026 dapat terpenuhi.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya.
Rachmad menilai capaian tersebut harus segera disikapi dengan langkah yang lebih agresif. Menurutnya, sisa waktu hingga akhir tahun harus dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan yang menjadi kewenangan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“PAD harus lebih digenjot lagi. Jangan sampai target yang sudah ditetapkan dalam APBD tidak tercapai karena potensi pendapatan yang ada tidak dimaksimalkan,” kata pria yang juga menjabat Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar tersebut.
Menurut Rachmad, persoalan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menunggu penerimaan masuk. OPD yang memiliki tugas menghasilkan PAD dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap capaian masing-masing sekaligus menyusun strategi percepatan hingga akhir tahun.
Ia meminta seluruh OPD penghasil PAD mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan penerimaan belum mencapai target.