Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya awan hujan di berbagai daerah. Potensi pertumbuhan awan hujan terutama berkaitan dengan keberadaan daerah belokan angin serta konvergensi yang konsisten terbentuk di wilayah Sumatera Barat.
Selain faktor atmosfer, kondisi perairan di sekitar Sumbar juga ikut mendukung terbentuknya hujan. BMKG mencatat keadaan diperkuat oleh kondisi hangat suhu permukaan laut serta anomali positif di kawasan perairan Samudra Hindia barat Sumatra.
Kondisi tersebut membuat pasokan uap air menuju wilayah Sumbar tetap mencukupi. Uap air yang tersedia kemudian dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
BMKG menyebut kondisi kelembapan udara juga menjadi salah satu faktor yang mendukung potensi hujan. Kelembapan uap air secara umum berada pada kondisi yang cukup optimal untuk mencapai wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.
Dua faktor utama yang disebut BMKG dalam perkembangan cuaca tersebut adalah adanya daerah belokan angin dan konvergensi serta suhu muka laut yang hangat dalam menyediakan uap air.
Dengan kondisi atmosfer dan perairan tersebut, masyarakat diminta memperhatikan potensi perubahan cuaca selama periode 11-17 Agustus 2026. Terutama ketika hujan berkembang menjadi lebih intens di sejumlah wilayah Sumbar.
Informasi potensi hujan Sumbar ini merupakan bagian dari pemantauan cuaca BMKG untuk memberikan gambaran kondisi atmosfer kepada masyarakat. Warga diimbau tetap waspada terhadap perkembangan cuaca selama sepekan ke depan.
Informasi selengkapnya mengenai perkembangan cuaca dapat diakses melalui BMKG Minangkabau atau aplikasi Info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store. (*)