Data Dicuri Sekarang, Dibuka di Masa Depan: Ancaman Baru Komputasi Kuantum

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:04 WIB
Wamen Nezar dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Jumat (22/05/2026). (Foto: Komdigi)
Wamen Nezar dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Jumat (22/05/2026). (Foto: Komdigi)


Sumbardaily.com - Ancaman terhadap keamanan data Indonesia diprediksi tidak hanya datang dari serangan siber yang terjadi saat ini. Perkembangan komputasi kuantum berpotensi membuka celah baru karena data terenkripsi yang dicuri pelaku dapat disimpan untuk kemudian dibuka ketika teknologi tersebut mampu memecahkan sistem enkripsi yang digunakan sekarang.





Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan Indonesia agar mulai mempersiapkan sistem keamanan menghadapi perkembangan teknologi tersebut. Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah praktik yang dikenal sebagai harvest now, decrypt later.





Dalam pola serangan itu, pelaku siber tidak perlu langsung membaca atau membuka data yang berhasil dicuri. Data yang masih terlindungi enkripsi dapat disimpan hingga suatu saat tersedia kemampuan komputasi yang memungkinkan sistem enkripsi tersebut dipecahkan.





“Ada data-data yang sudah mereka curi, mereka enggak bisa buka, karena sudah ada enkripsinya. Cuma data itu dia simpan, diambil,” ujar Wamen Nezar dalam ITSEC Cyber & AI Academy Grand Launching di Jakarta Selatan, Senin (10/08/2026).





Menurut Nezar, pola tersebut membuat keamanan data perlu dilihat dengan perspektif yang lebih panjang. Sistem perlindungan data yang saat ini dianggap aman belum tentu mampu memberikan perlindungan yang sama ketika kemampuan komputasi berkembang jauh lebih cepat.





Karena itu, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan sistem kriptografi yang dirancang untuk menghadapi kemampuan komputasi saat ini. Pemerintah perlu mulai menyiapkan sistem keamanan yang dapat menghadapi perkembangan teknologi kuantum.





“Kita juga harus bersiap-siap, terutama untuk keamanan data kita, untuk sistem kriptografi kita, itu adalah post-quantum cryptography,” tegasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X