Setelah menerima laporan, petugas melakukan pengecekan terhadap lokasi yang mengalami gangguan. Prety memastikan laporan yang masuk telah ditindaklanjuti oleh tim, termasuk lokasi yang sebelumnya dilaporkan mengalami air mati.
“Semua keluhan masyarakat yang masuk ke Perumda Tirta Sago sudah kami tindak lanjuti. Untuk lokasi yang airnya mati, Insyaa Allah sekarang sudah menyala kembali,” katanya.
Selain melalui kanal pengaduan resmi, keluhan pelanggan juga muncul melalui media sosial. PAM Tigo tetap berupaya menindaklanjuti informasi tersebut, tetapi petugas membutuhkan keterangan lokasi yang jelas agar titik gangguan dapat segera diketahui.
Prety menjelaskan laporan berupa video yang diunggah ke media sosial tanpa mencantumkan lokasi membuat petugas kesulitan memastikan wilayah yang mengalami gangguan. Kondisi tersebut dapat menghambat proses identifikasi dan pemeriksaan jaringan.
“Kami tidak pasti lokasi video yang beredar di media sosial itu di mana, sehingga agak sulit mendeteksi kondisi airnya saat ini. Tetapi untuk lokasi yang airnya mati, sudah kami tindak lanjuti dan kondisi air sekarang sudah normal kembali,” ujarnya.
Karena itu, pelanggan diminta menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi Perumda Air Minum Tirta Sago. Informasi mengenai lokasi dan bentuk gangguan dinilai penting agar petugas dapat melakukan verifikasi secara langsung serta menentukan jaringan yang perlu diperiksa.
Manajemen PAM Tigo bersama jajaran teknik juga masih melakukan pemantauan terhadap distribusi air. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pelayanan kepada pelanggan kembali berjalan normal dan gangguan dapat segera diketahui apabila kembali muncul.
Selain persoalan distribusi, gangguan air juga menimbulkan kekhawatiran pelanggan mengenai tagihan bulanan. Prety menjelaskan besaran tagihan tidak dihitung berdasarkan lamanya pelanggan mendapatkan aliran air, melainkan berdasarkan volume pemakaian yang tercatat pada meteran.