Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat sejumlah fasilitas pelayanan, salah satunya ruang CT-Scan yang menjadi layanan penunjang diagnostik. Selain itu, sejumlah ruang pelayanan lainnya juga ikut ditinjau.
Manajemen RSUD Pasaman Barat turut memaparkan berbagai capaian peningkatan mutu layanan yang telah dilakukan. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan yang masih harus dipenuhi dalam pengembangan rumah sakit.
Di sisi lain, Ade Reski Pratama melakukan dialog langsung dengan tenaga kesehatan dan pasien. Dari hasil dialog tersebut, dia menilai pelayanan di RSUD Pasaman Barat telah berjalan cukup baik.
"Kalau dari hasil bertanya langsung kepada pasien, pelayanan di RSUD Pasaman Barat sudah cukup baik," kata Ade Reski.
Meski demikian, Ade menemukan sejumlah persoalan yang masih membutuhkan perhatian. Salah satunya kondisi infrastruktur rumah sakit yang mengalami kerusakan di beberapa bagian.
Ia menyoroti adanya kebocoran di beberapa titik bangunan. Selain persoalan infrastruktur, keterbatasan alat kesehatan juga dinilai perlu segera ditangani untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Ade menegaskan dirinya siap memperjuangkan kebutuhan RSUD Pasaman Barat di tingkat pemerintah pusat. Dukungan tersebut diarahkan agar fasilitas rumah sakit dapat berkembang dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin optimal.
"Saya siap mendukung upaya optimalisasi RSUD Pasaman Barat agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tegasnya.