Yulianto mengatakan 45 pelajar yang terpilih merupakan putra-putri terbaik Pasaman Barat. Mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bagi Yulianto, peringatan Hari Kemerdekaan tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk membangun nasionalisme sekaligus membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan generasi muda.
Ia juga mengingatkan para peserta mengenai potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan generasi penerus dengan integritas, karakter kuat, serta kecintaan terhadap tanah air.
"Adik-adik adalah penerus perjuangan bangsa. Kelak, kalianlah yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Saya berharap ada di antara kalian yang menjadi anggota TNI, Polri, kepala daerah, anggota legislatif, maupun pemimpin di berbagai bidang lainnya," ujarnya.
Selain menekankan pentingnya kepemimpinan, Yulianto meminta para peserta menjaga sikap selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan. Kedisiplinan juga menjadi hal yang ditekankan kepada para Capaska selama menjalani proses pembinaan.
Ia meminta keberhasilan lolos seleksi tidak membuat para peserta larut dalam rasa bangga secara berlebihan. Menurutnya, pencapaian tersebut seharusnya menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan.
"Jangan pernah merasa rendah diri, tetapi jangan pula menjadi sombong. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan teladan yang baik bagi lingkungan sekitar," katanya.
Yulianto menilai berbagai materi dan pembinaan yang diberikan selama pemusatan Diklat Paskibraka 2026 akan menjadi bekal bagi para peserta. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka menjalankan tugas sekaligus membangun karakter sebagai generasi penerus bangsa.