Annisa juga menyoroti peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, media massa tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang mampu meningkatkan kualitas masyarakat, termasuk dalam memperkuat kehidupan demokrasi.
"Pers memiliki fungsi strategis sebagai media edukasi yang mencerdaskan masyarakat, termasuk mencerdaskan pemilih dalam kehidupan demokrasi, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan disinformasi," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Annisa turut menyinggung perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kini mampu menghasilkan berbagai bentuk informasi dalam waktu singkat. Meski demikian, ia menilai AI tidak dapat menggantikan peran wartawan profesional karena tidak memiliki standar etika dan tanggung jawab jurnalistik.
"Perkembangan AI memang mampu menghasilkan berbagai bentuk informasi dalam waktu singkat. Namun, teknologi tersebut tidak memiliki standar etika maupun tanggung jawab sebagaimana dimiliki wartawan profesional. Karena itu, wartawan yang berintegritas tidak akan tergantikan," katanya.
Ia berharap PWI mampu menjadi organisasi yang berada di garis depan dalam menjaga kualitas pemberitaan sekaligus mempertahankan marwah profesi jurnalistik.
"PWI kami harapkan menjadi pionir dalam menjaga kualitas serta marwah jurnalisme di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan," ujar Annisa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas insan pers, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya menyatakan siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kompetensi wartawan.
"Pemerintah Kabupaten Dharmasraya siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kompetensi wartawan sebagai upaya memperkuat profesionalisme pers di daerah," ucapnya.