Sumbardaily.com - Perkembangan sektor pariwisata di Sumatera Barat menunjukkan dinamika yang berbeda pada pertengahan 2026. Di satu sisi, jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengalami penurunan. Namun di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara terus bertambah dan tingkat hunian kamar hotel ikut meningkat.
Data tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat. Berdasarkan data yang dikutip resmi dari BPS Sumbar Kamis (5/8/2026), sektor pariwisata memperlihatkan bahwa pasar wisata domestik masih menjadi penopang utama aktivitas pariwisata di daerah tersebut.
BPS Sumbar mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui BIM pada Juni 2026 mencapai 7.078 kunjungan. Angka tersebut turun 8,28 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebanyak 7.717 kunjungan.
Penurunan juga terlihat jika dihitung secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, total kunjungan wisatawan mancanegara melalui BIM mencapai 37.170 kunjungan. Jumlah tersebut lebih rendah 13,86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Meski demikian, kondisi berbeda terjadi pada perjalanan wisatawan nusantara. BPS Sumbar mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sumatera Barat pada Juni 2026 mencapai 2,08 juta perjalanan.
Jumlah tersebut meningkat 3,83 persen dibandingkan Mei 2026. Tren positif juga terlihat secara kumulatif. Selama Januari hingga Juni 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 12,15 juta perjalanan atau naik 3,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain jumlah wisatawan, indikator lain yang turut mengalami peningkatan adalah tingkat penghunian kamar (TPK) hotel.