Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan MV Boelongan sebagai destinasi wisata minat khusus harus tetap mengedepankan prinsip konservasi sehingga keberadaan situs sebagai warisan budaya bawah air tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Selama pelaksanaan kegiatan, diskusi antara peserta dan narasumber menghasilkan sejumlah masukan terkait pembentukan komunitas diving yang memiliki legalitas, peningkatan kompetensi penyelam, hingga strategi promosi wisata bawah laut yang tetap mengutamakan pelestarian cagar budaya.
Sinergi antara pemerintah daerah, Balai Pelestarian Kebudayaan, perguruan tinggi, komunitas diving, dan masyarakat dipandang sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan situs MV Boelongan.
Melalui program pendampingan tersebut, UNP berharap kelompok diving di Kawasan Wisata Mandeh semakin siap mengambil peran dalam pelestarian sekaligus pengembangan wisata sejarah bawah laut MV Boelongan sehingga mampu berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 14 mengenai Ekosistem Laut, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.