Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak serta memastikan saluran drainase di sekitar lingkungan tetap bersih agar aliran air tidak terhambat.
BPBD Kota Padang juga memastikan seluruh personel beserta sarana dan prasarana dalam kondisi siaga penuh selama 24 jam.
Langkah tersebut dilakukan agar setiap aduan maupun laporan darurat dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti tanpa menunggu kondisi memburuk.
Hendri Zulviton mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
"Masyarakat kami imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di kawasan rawan," katanya.
Ia menjelaskan, laporan dari masyarakat terus berdatangan bersamaan dengan mulai meluasnya genangan di sejumlah titik di Kota Padang.
Karena itu, seluruh personel langsung diterjunkan untuk memberikan respons cepat kepada warga yang membutuhkan bantuan.
"Sejumlah titik di Padang mulai tergenang dan laporan warga sudah masuk. Tim BPBD bersama TRC dan Kelompok Siaga Bencana langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan penanganan serta evakuasi secara cepat," ucap Hendri.