Sumbardaily.com - Fenomena flexing prestasi anak di media sosial dinilai tidak selalu berdampak positif. Di balik rasa bangga orang tua terhadap pencapaian anak, terdapat potensi tekanan psikologis yang dapat berkembang menjadi stres akademik apabila ekspektasi yang muncul tidak dikelola dengan baik.
Dikutip dari laman resmi UNP Minggu (2/8/2026), persoalan tersebut menjadi perhatian Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Zadrian Ardi, S.Pd., M.Pd., Kons., yang selama beberapa tahun terakhir menaruh perhatian pada kajian mengenai stres akademik serta pengembangan model layanan konseling bagi mahasiswa.
Menurut Zadrian, stres akademik tidak hanya dipicu oleh banyaknya tugas kuliah maupun tuntutan memperoleh nilai tinggi. Berdasarkan hasil kajian dan pengalaman menangani berbagai kasus, tekanan juga muncul akibat ekspektasi yang berasal dari diri sendiri maupun orang tua, terutama ketika harapan tersebut tidak dikomunikasikan secara terbuka.
Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan seseorang mengalami stres akademik. Indikator tersebut meliputi tekanan dalam menyelesaikan tugas kuliah, tuntutan memperoleh nilai yang baik, rasa takut mengalami kegagalan, hingga tingginya harapan yang berasal dari diri sendiri maupun keluarga.
Dalam praktiknya, kondisi tersebut sering kali tidak terlihat karena banyak mahasiswa memilih memendam tekanan yang dirasakan dibandingkan menyampaikan persoalan kepada orang lain.
"Orang tua punya ekspektasi tertentu pada anak, sementara anak tidak memahami ekspektasi itu seperti apa. Ketika komunikasi tidak berjalan, kondisi tersebut dapat menjadi tekanan bagi anak," ujar guru besar termuda UNP dengan bidang kepakaran Teknologi dan Media dalam Bimbingan dan Konseling.
Pengalaman Zadrian saat mendampingi mahasiswa di Laboratorium Bimbingan dan Konseling UNP menunjukkan bahwa tekanan akademik tidak hanya dialami mahasiswa dengan kemampuan akademik rendah. Banyak mahasiswa sebenarnya memiliki kemampuan menyelesaikan studi, tetapi terbebani oleh keinginan memenuhi harapan orang tua maupun target pribadi yang terlalu tinggi.