Perjuangan Panjang Menghadirkan Sekolah Rakyat Terintegrasi
Di balik berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi Dharmasraya, tersimpan proses panjang yang tidak mudah. Annisa mengenang berbagai ikhtiar yang dilakukan sejak tahap awal agar Kabupaten Dharmasraya dipercaya menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari menyusun proposal hingga membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Bahkan, ia mengaku harus berkali-kali melakukan perjalanan ke Jakarta untuk bertemu para pengambil kebijakan agar program tersebut dapat direalisasikan di Dharmasraya.
Perjuangan tersebut tidak hanya berlangsung di lingkungan Kementerian Sosial, sebagai kementerian yang mengampu Program Sekolah Rakyat, tetapi juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum.
Hal itu disebabkan lahan yang kini menjadi lokasi sekolah sebelumnya merupakan aset Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, sehingga proses pemanfaatannya memerlukan penyelesaian lintas kementerian.
Seluruh proses tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya yang memiliki nilai pekerjaan mencapai Rp244,32 miliar.
Apresiasi kepada Presiden dan Berbagai Pihak
Dalam kesempatan tersebut, Annisa menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas lahirnya Program Sekolah Rakyat yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang lebih merata.
Menurutnya, program tersebut menunjukkan komitmen negara dalam menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak.
"Program ini menunjukkan cita-cita besar negara untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok pra sejahtera," kata Annisa.