"Pedagang yang masih berjualan di badan jalan nanti akan dipindahkan setelah basement dipastikan layak, bebas banjir, terang, dan seluruh infrastrukturnya siap," kata Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Revitalisasi Pasar Raya, katanya, tidak hanya menyasar penataan lokasi pedagang. Pemko Padang juga melakukan pembenahan sistem transportasi untuk mendukung pemerataan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengaktifkan kembali terminal angkutan kota di kawasan Sandang Pangan dan eks kompleks IWAPI.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menyebarkan arus pengunjung ke berbagai titik perdagangan sehingga keramaian tidak lagi terpusat hanya di Jalan Pasar Raya.
Menurut Fadly Amran, kawasan perdagangan di Pasar Raya harus berkembang secara merata agar seluruh pedagang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi.
"Kami ingin keramaian Pasar Raya tidak hanya terpusat di satu titik. Sandang Pangan, IWAPI, Merlin, kawasan SPR, hingga Blok IV harus sama-sama hidup agar perputaran ekonomi dirasakan seluruh pedagang," ucap Wali Kota.
Revitalisasi Pasar Raya juga menjadi salah satu fokus pembangunan terbesar Pemko Padang pada tahun 2026. Kawasan tersebut diproyeksikan berkembang menjadi pusat perdagangan modern yang tidak hanya menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja, tetapi juga mampu menarik wisatawan melalui konsep wisata belanja yang lebih tertata.
"Kami berharap pembenahan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di kawasan Pasar Raya," ujarnya.