Jembatan Bailey Pulihkan Akses Tanah Datar-Sijunjung, Dana TKD Percepat Pemulihan Pascabanjir Bandang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 30 Juli 2026 | 16:15 WIB
Setelah terputus selama sekitar satu setengah bulan akibat banjir bandang, akses utama yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai-Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali dapat dilalui kendaraan. (Foto: Pemprov Sumbar)
Setelah terputus selama sekitar satu setengah bulan akibat banjir bandang, akses utama yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai-Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali dapat dilalui kendaraan. (Foto: Pemprov Sumbar)


Sumbardaily.com - Pemanfaatan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat penanganan dampak bencana mulai menunjukkan hasil di lapangan.





Setelah terputus selama sekitar satu setengah bulan akibat banjir bandang, akses utama yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai-Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali dapat dilalui kendaraan.





Normalnya kembali jalur penghubung tersebut menjadi titik balik pemulihan aktivitas masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat putusnya jembatan pada 20 Mei 2026. Sejak 9 Juli 2026, Jembatan Bailey yang dibangun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) resmi difungsikan sehingga mobilitas warga kembali berjalan.





Selama akses utama terputus, masyarakat di kedua kabupaten harus menggunakan jalur alternatif melalui Kumani-Tanjung Bonai Aua-Koto Panjang-Tigo Jangko-Pangian Lintau. Rute tersebut menambah jarak perjalanan sekitar 19 hingga 20 kilometer dengan waktu tempuh mencapai satu jam.





Kondisi itu tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Sijunjung yang menempuh pendidikan di Kabupaten Tanah Datar harus melakukan perjalanan lebih jauh setiap hari. Akibatnya, biaya transportasi meningkat dibandingkan saat akses utama masih berfungsi yang sebelumnya hanya membutuhkan waktu tempuh beberapa menit.





Gangguan juga dirasakan sektor ekonomi. Distribusi hasil pertanian, hasil perkebunan, serta kebutuhan pokok masyarakat ikut terhambat. Dampaknya dirasakan para petani, pedagang, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa angkutan yang mengalami penurunan pendapatan karena terganggunya arus logistik.





Kini, situasi tersebut mulai berubah. Setelah Jembatan Bailey dibuka, kendaraan dari berbagai jenis kembali melintasi jalur tersebut. Bus penumpang, truk ekspedisi, kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan, mobil pikap, hingga sepeda motor kembali menggunakan akses tersebut. Para pelajar pun dapat kembali berangkat dan pulang sekolah melalui jalur yang telah dipulihkan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X