Pendapatan IOH Melonjak, Transformasi AI jadi Mesin Baru Pertumbuhan Indosat

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 29 Juli 2026 | 19:59 WIB
President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, memaparkan capaian kinerja Perseroan sepanjang semester pertama 2026, termasuk pertumbuhan pendapatan menjadi Rp30,7 triliun serta strategi transformasi berbasis AI. (Dok. IOH)
President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, memaparkan capaian kinerja Perseroan sepanjang semester pertama 2026, termasuk pertumbuhan pendapatan menjadi Rp30,7 triliun serta strategi transformasi berbasis AI. (Dok. IOH)



Beragam layanan berbasis kecerdasan buatan seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express menjadi bagian dari layanan konektivitas Perseroan yang menghadirkan pengalaman digital lebih aman, produktif, dan kreatif.





Peningkatan kualitas layanan itu turut mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 19,9 persen YoY. Average Revenue Per User (ARPU) juga meningkat 17,3 persen menjadi Rp46 ribu. Hingga akhir Juni 2026, basis pelanggan seluler Indosat tetap kuat dengan jumlah mencapai 93,4 juta pelanggan.





President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan, “AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.





Pertumbuhan double digit yang dicapai menjadi bukti bahwa strategi IOH berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami.





"Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia," katanya, Selasa (28/7/2026).





Kinerja operasional yang kuat tersebut turut membuka ruang bagi Perseroan untuk mempercepat investasi pada berbagai sektor strategis yang diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan jangka panjang.





Salah satu langkah penting yang ditempuh pada semester pertama 2026 ialah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86 ribu kilometer jaringan serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp11,7 triliun sekaligus menerapkan model bisnis asset-light.





Strategi tersebut memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar sehingga perusahaan dapat mengalokasikan investasi pada peluang bisnis bernilai tinggi yang mendukung transformasi jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X