Sumbardaily.com - Operasi pencarian terhadap Afriyanto (42), warga RT 003 RW 005, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas (Unand), resmi dihentikan.
Keputusan tersebut diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran intensif selama dua hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Padang yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik mengatakan, operasi pencarian pada Selasa (28/7/2026) dilanjutkan sejak pukul 07.30 WIB.
Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian dengan cakupan sekitar 3 kilometer persegi.
SRU 1 melakukan penyisiran tipe I di sekitar lokasi terakhir korban diduga berada, yakni di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Unand dengan titik koordinat 0°54'44.64"S - 100°28'8.96"T.
Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran tipe III di sejumlah titik pencarian yang telah ditentukan berdasarkan rencana operasi. Seluruh area tersebut disisir menggunakan metode pencarian darat dengan dukungan berbagai peralatan SAR.
"Namun hingga pukul 17.45 WIB, seluruh upaya pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Afriyanto," katanya.