UNP Paparkan Temuan Riset, UMKM Sumbar Masih Hadapi Kesenjangan Infrastruktur Digital

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 27 Juli 2026 | 21:07 WIB
 Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Digital dan Ketahanan Sosial Pasca Pandemi: Studi Komparatif Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara” yang digelar di Hotel UNP. (Foto: UNP)
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Digital dan Ketahanan Sosial Pasca Pandemi: Studi Komparatif Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara” yang digelar di Hotel UNP. (Foto: UNP)



Menurutnya, pemerataan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, pengembangan kelembagaan ekonomi lokal, serta pemberdayaan kelompok rentan merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi setelah pandemi.





"Pemerataan infrastruktur digital, penguatan literasi digital, pengembangan kelembagaan ekonomi lokal, serta pemberdayaan kelompok rentan menjadi langkah strategis dalam memperkokoh ketahanan sosial dan ekonomi pascapandemi," ungkapnya.





Dalam penelitian tersebut, tim peneliti melibatkan 90 pelaku UMKM dan 10 pengelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang berasal dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Agam. Dari riset itu diperoleh sejumlah temuan mengenai karakteristik pelaku usaha serta perilaku digital masyarakat.





Salah satu temuan yang menonjol adalah dominasi perempuan dalam aktivitas UMKM. Sebanyak 81,2 persen responden merupakan perempuan. Data tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi kaum ibu dalam menggerakkan ekonomi digital keluarga di Sumatera Barat.





Selain itu, penelitian juga menunjukkan mayoritas pelaku usaha berada pada usia produktif. Sebanyak 73,8 persen responden berusia 25 hingga 44 tahun. Kelompok usia tersebut dinilai memiliki kemampuan yang lebih cepat dalam menerima dan menerapkan teknologi baru dalam aktivitas usaha.





Kemampuan beradaptasi terhadap teknologi tersebut berdampak pada peningkatan performa bisnis. Penelitian mencatat penerapan teknologi mampu meningkatkan pendapatan usaha lebih dari 20 persen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hingga ke mancanegara.





Dari sisi sosial, riset juga menemukan bahwa nilai gotong royong masih menjadi modal utama masyarakat dalam menjaga ketahanan komunitas. Solidaritas memperoleh skor tinggi sebesar 4,31, sementara persepsi pelaku usaha terhadap efisiensi digital bahkan mencapai skor 4,68.





Meski demikian, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM dalam menjalankan transformasi digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X