Sumbardaily.com - Transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat dinilai tidak hanya bergantung pada pemanfaatan teknologi.
Hasil riset kolaboratif Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat menunjukkan bahwa kekuatan modal sosial, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta pemerataan akses digital menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pascapandemi.
Temuan tersebut dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Digital dan Ketahanan Sosial Pasca Pandemi: Studi Komparatif Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara” yang digelar di Hotel UNP. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari riset kolaboratif yang dilaksanakan di Payakumbuh, Sumatera Barat.
Riset dipimpin Tim Peneliti Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) UNP yang terdiri atas Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T. sebagai Ketua Mitra UNP, bersama anggota tim Dr. Rino, S.Pd., M.Pd., MM., Dr. Zul Afdal, M.Pd., dan Dra. Armida S., M.Si.
Dalam pemaparannya, Dr. Yasdinul Huda menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak dapat dilepaskan dari kekuatan masyarakat dalam membangun kolaborasi.
"Transformasi digital tidak semata-mata persoalan teknologi, melainkan sangat ditentukan oleh kekuatan modal sosial dan kolaborasi masyarakat," ujarnya dilansir resmi Senin (27/7/2026).
Dr. Yasdinul yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNP menjelaskan, proses digitalisasi harus dikembangkan secara inklusif melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.