Ia menambahkan, lebih dari dua dekade setelah diresmikan, Pura Jagatnatha Padang tetap menjadi simbol persaudaraan, semangat gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Menurutnya, dukungan yang diberikan berbagai pihak sejak proses pembangunan menjadi bukti bahwa masyarakat Sumatera Barat telah lama menerapkan kehidupan yang harmonis dan saling menghormati, bahkan jauh sebelum konsep moderasi beragama menjadi perhatian di tingkat nasional.
"Terimakasih kami sampaikan pada Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Kanwil Kemenag Sumbar beserta jajaran, yang secara aktif memberikan pembinaan pada kami, tokoh masyarakat, tokoh adat serta masyarakat, sampai hari ini kami hidup rukun dan berdamping, saling menghormati dan menghargai satu sama lain," tutup Ketut Budaraga. (*)