Setelah itu, korban diduga memasuki kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas. Sejak saat itu, korban belum kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi.
"Adapun ciri-ciri korban yakni berbadan gemuk, berkulit kuning langsat, mengenakan celana panjang hitam, serta saat terakhir terlihat tidak menggunakan baju. Informasi tersebut menjadi acuan bagi seluruh personel yang melakukan penyisiran di lapangan," ungkap Hendri.
Untuk memperluas area pencarian, BPBD Kota Padang membagi personel menjadi dua kelompok. Tim pertama beranggotakan 15 personel, sedangkan tim kedua terdiri dari 13 personel.
Kedua tim difokuskan melakukan penyisiran dari lokasi awal korban diduga melarikan diri hingga menjangkau kawasan Hutan Biologi Unand yang berada di atas Kampus PNP.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kota Padang, pihak Kecamatan, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang, KSB Pauh, I-DERU, serta masyarakat sekitar yang turut membantu menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur yang dilalui korban.
Hingga berita ini dirampungkan, korban masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian dengan menyisir berbagai lokasi yang diduga menjadi lintasan korban selama berada di kawasan Hutan Biologi Unand.
"BPBD Kota Padang juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui keberadaan korban atau memperoleh informasi yang berkaitan dengan pencarian tersebut," imbuh Hendri.
Masyarakat dapat menghubungi Call Center Padang Sigap 112 atau BPBD Kota Padang melalui nomor (0751) 778775 maupun WhatsApp 0858-9152-2181 untuk membantu mempercepat proses pencarian. (*)