Universitas Bung Hatta Siapkan Fakultas Kedokteran, Fokus Perkuat Sinergi dengan Rumah Sakit Pendidikan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 27 Juli 2026 | 17:05 WIB
Studi banding berlangsung pada Jumat (24/7/2026) dan diikuti bersama Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUD dr. Rasidin Padang serta Tim Task Force Pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta. (Foto: UBH)
Studi banding berlangsung pada Jumat (24/7/2026) dan diikuti bersama Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUD dr. Rasidin Padang serta Tim Task Force Pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta. (Foto: UBH)



Ia menjelaskan, hasil dari studi banding tersebut akan menjadi bahan rujukan bagi Universitas Bung Hatta dalam menyempurnakan berbagai persyaratan pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.





"Hasil studi banding diharapkan menjadi referensi bagi Universitas Bung Hatta dalam memenuhi berbagai persyaratan pendirian Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter," ungkapnya.





Menurut Reni, studi banding tidak hanya diarahkan untuk memenuhi aspek administratif maupun akademik. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran agar Universitas Bung Hatta dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik atau best practices yang telah diterapkan RSUD Mohammad Natsir Solok sebagai rumah sakit pendidikan.





Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan institusi sebelum Fakultas Kedokteran resmi dibuka. Dengan mempelajari pengalaman rumah sakit pendidikan yang telah berjalan, Universitas Bung Hatta diharapkan mampu membangun sistem pendidikan kedokteran yang memenuhi standar nasional.





Melalui kegiatan itu pula, diharapkan kolaborasi antara Universitas Bung Hatta dengan rumah sakit mitra semakin erat dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang berkualitas. Sinergi tersebut dinilai penting agar proses pembukaan Fakultas Kedokteran berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus menghasilkan lulusan yang mampu mendukung kebutuhan sektor kesehatan.





Selain itu, penguatan kerja sama tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan kesehatan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan tinggi di bidang kedokteran.(*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X