Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Jalan Amblas di Malalak Timur Agam, Akses Warga Terganggu

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 26 Juli 2026 | 15:11 WIB
Curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, pada Sabtu (25/7/2026) sore mengakibatkan banjir dan jalan amblas di Nagari Malalak Timur. (Foto: Pemkab Agam)
Curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, pada Sabtu (25/7/2026) sore mengakibatkan banjir dan jalan amblas di Nagari Malalak Timur. (Foto: Pemkab Agam)


Sumbardaily.com - Curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, pada Sabtu (25/7/2026) sore mengakibatkan banjir dan jalan amblas di Nagari Malalak Timur. Peristiwa tersebut mengganggu mobilitas masyarakat karena genangan air menutupi badan jalan dan kerusakan infrastruktur membuat sebagian akses tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.





Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, banjir dan jalan amblas terjadi di dua lokasi berbeda di Nagari Malalak Timur. Setelah menerima laporan dari pemerintah nagari, BPBD segera melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk melaksanakan penanganan awal serta memantau perkembangan kondisi di lapangan.





Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Agam mencatat kejadian berlangsung sekitar pukul 16.05 WIB. Sementara itu, laporan resmi dari Pemerintah Nagari diterima BPBD pada pukul 18.40 WIB.





Banjir dilaporkan terjadi di kawasan Gudang, Jorong Subarang Pakan Usang. Genangan air mencapai sekitar 20 sentimeter sehingga akses jalan menjadi sulit dilalui, terutama oleh kendaraan roda dua. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi terdampak ikut mengalami hambatan.





Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu amblasnya sebagian badan jalan di Jorong Limo Badak. Kerusakan jalan tersebut membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas sehingga akses transportasi warga menjadi terganggu.





Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah awal setelah memperoleh informasi dari pemerintah setempat.





"Begitu menerima informasi, tim BPBD langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari terkait situasi di lapangan. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi dan menentukan langkah penanganan selanjutnya," ujar Rahmad Lasmono.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X