Sumbardaily.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan mengoptimalkan pemanfaatan dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan pemerintah pusat.
Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memulihkan perekonomian masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di berbagai daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (21/7/2026). Kegiatan itu diikuti jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kementerian dan lembaga terkait, serta para kepala daerah dari kabupaten dan kota yang terdampak bencana.
Mahyeldi menegaskan, dana tambahan TKD menjadi instrumen strategis untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terdampak bencana. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera merealisasikan berbagai program agar manfaat anggaran dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang lebih cepat.
"Percepatan alokasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang tepat sasaran. Seluruh daerah harus mempercepat pelaksanaan kegiatan sehingga manfaatnya segera dirasakan," ujar Mahyeldi, dikutip Jumat (24/7/2026).
Selain mendorong percepatan pelaksanaan program, Mahyeldi juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memperkuat kualitas perencanaan pembangunan. Menurutnya, setiap daerah perlu menetapkan skala prioritas yang jelas agar penggunaan anggaran berjalan efektif dan sesuai kebutuhan pemulihan di lapangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mendokumentasikan seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan sebagai bahan evaluasi. Dokumentasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program berjalan sesuai target sekaligus menjadi dasar penyempurnaan kebijakan pada masa mendatang.