"Insya Allah, apabila kondisi fiskal daerah semakin membaik, cakupan program ini akan terus kami perluas hingga menjangkau masyarakat pada desil 5. Kami ingin semakin banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang memperoleh manfaat dari program ini," ujarnya.
Selain itu, Annisa mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam proses pendataan calon penerima bantuan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar program benar-benar menyasar kelompok yang memenuhi kriteria.
Ia meminta ibu hamil yang merasa masuk dalam kategori sasaran agar segera mengusulkan diri melalui pemerintah nagari, kader Posyandu, bidan desa, maupun Puskesmas setempat sehingga proses pendataan dapat dilakukan secara optimal.
"Bagi ibu hamil yang merasa termasuk dalam kategori sasaran, silakan mengusulkan diri melalui pemerintah nagari, kader Posyandu, bidan desa maupun Puskesmas setempat. Dengan pendataan yang baik, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," tutur Annisa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kabupaten Dharmasraya, Martin Efendi, menjelaskan bahwa Program Bantuan Permakanan merupakan salah satu program unggulan Annisa Suci Ramadhani yang telah dirancang sejak masa pencalonannya sebagai kepala daerah.
Martin Efendi mengungkapkan, secara keseluruhan program tersebut telah menjangkau 622 penerima manfaat yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Dharmasraya. Jumlah itu terdiri atas 549 ibu hamil dan 73 ibu menyusui yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK).
Ia menyebutkan, setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp3 juta yang disalurkan secara bertahap mulai masa kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan.